Kebahagiaan 64, 7 Februari 2005
When God winks.
Saat Tuhan mengedip. Apa yang terjadi saat Tuhan mengedip?
Kira-kira dua minggu lalu saya menemani seorang teman ke toko buku gramedia depok sepulang dari kantor. Secara tak sengaja mata saya menangkap judul sebuah buku: When God Winks. Buku itu tidak terlalu tebal, berwarna biru dengan gambar bintang-bintang layaknya ilustrasi langit. Sebagaimana kebiasaan saya meneliti sisi menarik sebuah buku, saya baca bagian belakangnya. Dan disana ditulis: Jika anda telah bertahun-tahun tidak pernah bertemu dengan seorang teman yang anda harapkan dan tiba-tiba hari ini secara tidak disangka-sangka kalian berpapasan dan saling bertegur sapa, jangan anggap ini sebagai sebuah kebetulan belaka. Bisa jadi ini adalah penegasan dari Tuhan bahwa ia memang ada. Pertemuan itu bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja tanpa campur tangan dari-Nya. Sesungguhnya Dialah yang mengaturnya…
Dejavu. Seperti baru saja mendengar sesuatu yang akrab, yang pernah saya dengar sebelumnya. Ya, seorang teman saya yang lain pernah mengatakan ini belum lama dalam suatu obrolan kami (edisi curhat). “…Ternyata Tuhan itu ada ya…” . Ini bukan hanya kebetulan semata, tapi (meminjam istilah teman saya itu) ‘kebetulan yang harus dimaknai’. Semua seperti sudah diatur. Ya, Sesungguhnya Dialah yang mengaturnya…
Tidak sabar saya ingin pulang, ingin cepat angkat telpon. Saya ingin tahu jangan2 dia pernah membaca buku itu. Kami pun segera keluar toko hanya beberapa menit sebelum toko tutup. Kami mampir dulu untuk membeli martabak kubang enak yang letaknya tidak jauh dari gramedia.
Di angkot, saya dan teman saya tadi masing2 memangku bungkusan hangat yang harum. Kami senyum2 membayangkan sedang menggigit potongan martabak yang tebal
dan gurih. Hmm..sluuurpp. Agaknya saya mulai mengantuk, mata lelah, badan capek. Maklum, sudah lebih jam sembilan malam kami masih berkeliaran. Karena ada penumpang mau turun, saya terpaksa turun dulu untuk memberi jalan. Tiba-tiba, ada suara pelan, lirih…keluar dari mulut si penumpang yang mau turun tadi, “bebi…”. Setengah kaget, nggak siap, saya masih mampu bersuara, “Eh, hai…!!” saya menyerukan namanya. Lalu saya naik angkot lagi. Oh my god… Baru saja saya bertemu sekilas dengan seseorang dari masa sekolah dulu.O ow…Apakah Engkau juga yang mengatur ini, Tuhan? Are you winking to me?
**
Mungkin Tuhan hanya sedang menghibur. Berapa lama ya kita tidak bertemu?
Monday, February 07, 2005
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment