Sore ze band.
Tak banyak kesempatan untuk melihat mereka main. Di televisi sekalipun. Selain karena jarang sekali saya menonton TV, Ade Paloh dan kawan-kawannya ini pun jarang sekali diliput dan ditayangkan aktivitasnya.
Saat mereka muncul di Work Hard Play Hard, saya hanya "diizinkan" melihat iklannya. Yah..kamu tak kan menemukan mereka main di Inbox SCTV, atau Dahsyat RCTI:-P Mau datang ke live performance-nya pun tak sampai infonya. Lagi pula kalau pun ada, nggak ada temen-senasib-seselera buat yang beginian. (Oke, ada sih..cuma gak mungkin juga buat berangkat-bareng-pulang-bareng ;-)). Terus mikir: bakal-males-pulang-kemaleman-atau-bisa-aja-sih-nginep-tapi-gak-asyik-ah-kalo-keseringan.
Lalu, selagi kesempatan itu datang--mereka main di Salihara, relatif deket rumah dan udah nemu temen bareng berangkat ke sana--ehh...ada hal lain yang lebih menggoda secara emosional, yang datangnya mendadak pula.
Tak banyak kesempatan untuk melihat mereka main. Di televisi sekalipun. Selain karena jarang sekali saya menonton TV, Ade Paloh dan kawan-kawannya ini pun jarang sekali diliput dan ditayangkan aktivitasnya.
Saat mereka muncul di Work Hard Play Hard, saya hanya "diizinkan" melihat iklannya. Yah..kamu tak kan menemukan mereka main di Inbox SCTV, atau Dahsyat RCTI:-P Mau datang ke live performance-nya pun tak sampai infonya. Lagi pula kalau pun ada, nggak ada temen-senasib-seselera buat yang beginian. (Oke, ada sih..cuma gak mungkin juga buat berangkat-bareng-pulang-bareng ;-)). Terus mikir: bakal-males-pulang-kemaleman-atau-bisa-aja-sih-nginep-tapi-gak-asyik-ah-kalo-keseringan.
Lalu, selagi kesempatan itu datang--mereka main di Salihara, relatif deket rumah dan udah nemu temen bareng berangkat ke sana--ehh...ada hal lain yang lebih menggoda secara emosional, yang datangnya mendadak pula.
Baik, tak apa, mungkin lain waktu.
Dan...memang, orang sabar disayang Tuhan. Pagi tadi SORE main di TV One. Yay..!!
"SORE.., sori banget nih nyuruh kalian bangun PAGI dan maen di sini", kata si cowok prigel yang, oh, sh*t saya lupa namanya (padahal sering nonton).
Ternyata, mas-mas Sore malu-malu semua, kayaknya. Mending begitulah..gak pecicilan kayak vokalis-band-band-baru-yang-berkemampuan-STD-ajah-tapi-pada-sok-ganteng. Hehe..
Akhirnya! (uh..norak bener yak..) Saya lihat performance mereka. Walau cuma 2 lagu, cukuplah untuk "mencapai perih". Dengan kostum yg gak terlalu rapih, mereka terlihat low profile. Dan yeah, semua gitar (bass juga) dipegang secara kidal. Kalau nggak salah, si bassist Awan aslinya nggak kidal. Gara-gara pernah berfoto dengan bass merk Hofner(?) kayak punya Paul McCartney lengkap dengan gaya kidal, maka dia "dikutuk" untuk terus main kidal-ly.
Ternyata, mas-mas Sore malu-malu semua, kayaknya. Mending begitulah..gak pecicilan kayak vokalis-band-band-baru-yang-berkemampuan-STD-ajah-tapi-pada-sok-ganteng. Hehe..
Akhirnya! (uh..norak bener yak..) Saya lihat performance mereka. Walau cuma 2 lagu, cukuplah untuk "mencapai perih". Dengan kostum yg gak terlalu rapih, mereka terlihat low profile. Dan yeah, semua gitar (bass juga) dipegang secara kidal. Kalau nggak salah, si bassist Awan aslinya nggak kidal. Gara-gara pernah berfoto dengan bass merk Hofner(?) kayak punya Paul McCartney lengkap dengan gaya kidal, maka dia "dikutuk" untuk terus main kidal-ly.
Diawali dengan Merintih Perih dari album Port of Lima (lead vocal Echa, agak kurang sip, gak stabil), lalu No Fruits for Today dengan lead vocal Mondo (boleh banget vokalnya seperti di record), dari album Centralismo (tapi saya kenalnya justru dari album soundtrack-nya Berbagi Suami).
No Fruits for Today adalah jatuh cinta pertama saya pada band ini, bukan Funk the Hole yang ada di Janji Joni. First love at first listening pada lagu ini, baru deh cinta Sore ze band as a whole. Karena lagu itu lirik di reff-nya langsung nempel, 'I love you when you love me, we're gonna make a big family..'. Dan setiap bener-bener mendengar lagu itu, benak ini selalu me-rewind scene berikut:
Kebun Raya Bogor di pagi yang cerah, matahari belum terlalu tinggi, di bawah sebuah pohon, serombongan keluarga besar (pasangan kakek-nenek dengan beberapa anak dan menantu disertai sekian banyak cucu) mulai menggelar tikar, menurunkan bekel dan tetek bengek lainnya, juga sebuah mini compo yang mulai mendendangkan sebuah lagu melayu Seri Langkat (gue kenal bener dan suka juga lagu ini), lalu beberapa dari mereka mulai berjoged macam penari Serampang Dua Belas, ditingkahi gelak tawa anak-anak kecil itu.
Pemandangan yang sangat indah..hmm..
Bahkan saya yang masih remaja belia waktu itu berkata di dalam hati, 'Tuhan, aku ingin punya keluarga besar seperti itu.. Kelak..' Oh, betapa manisnya doa saya waktu itu ya..? Haha. Dan tanpa sengaja, mungkin saja hati ini mengulangnya tanpa diminta.
Ya, setiap mendengar lagu itu. Lagunya Sore. :-P
"Sore means late afternoon", kata Oom Wiki. Seperti saat saya bikin postingan ini, in late afternoon.
No comments:
Post a Comment