Monday, May 22, 2006

Are You Romantic?

Pernah nggak sih kamu mengalami diri kamu seperti ini:
Setelah nonton film yang bikin kamu tertawa penuh haru, trenyuh, atau mencelos, merasa kosong, sedih, sehingga kamu nggak bisa langsung ninggalin tempat duduk setelah layar berubah hitam dan muncul tulisan2 yang berjalan sementara soundtrack film itu diulang kembali, dan yang kamu lakukan hanya diam, menatap layar itu tanpa bermaksud meneliti tulisan2 yang sedang berjalan, sementara soundtrack mengalun, kamu membayangkan adegan-adegan film yang baru saja kamu tonton?

Pernahkah? Belum pernah? Ah, ya. Kamu mungkin bukan penggemar film. Dan kamu mungkin nggak percaya ada orang yang bisa sampai begini setelah nonton film dan kemudian kamu berkomentar, “ih..biasa aja dong, cuma film…” atau “masa sih ada orang kayak gitu?”

Pagi ini saya ngobrol dengan teman, awalnya dia yang bertanya:

“ingat judul ama penyanyi soundtracknya film "one fine day"-nya george clooney gak ?”

“nggak. tp gue ada filmnya”

“cari mp3-nya lumayan susah tuh”
“eh, dulu ada kejadian unik pas film itu diputer di Yk”

“unik gimana?”

“jadi pas film itu diputer di bioskop regent 21, ada seorang penonton (mahasiswi komunikasi atmajaya yk) yang pingin dengerin soundtrack lagu tsb, na biasanya lagu diputer pas selesai film (pas muncul nama2 pemeran dll) , tapi ternyata sebelum smp lagu itu muncul, ama petugas udah dimatiin filmnya”
“si mahasiswi ini kecewa, trus dia nulis kejadian itu di kolom surat pembaca harian bernas yk, buntutnya panjang”
“ternyata pihak manajemen menjadikan alasan tsb utk memecat kary yang memutar film, lalu gantian petugas pemutar film-nya yang menyalahkan si mahasiswi sembari mengucapkan ‘terima kasih’ karena gara2 komplain itu dia dipecat, petugas itu juga mencurahkan kisahnya di surat pembaca harian bernas juga”
“akhirnya gara2 engga enak si mahasiswi itu mengajak temen2 kuliahnya utk mendemo pihak manajemen”
“tapi aku gak ngerti endingnya gimana”

“ya ampuun.. gara2 perkara sepele ya.. demonya juga diliput ma bernas?

“setauku juga diturunin jadi berita di harian itu, tapi endingnya
kayaknya si kary diterima lagi deh (meskipun akhirnya bioskop tutup karena kebakaran) jadi tetep aja jadi ilang kerjaan”

“tapi tetep beda dong pointnya. lagian si manajer itu berlebihan banget. kan bisa pake surat peringatan aja, ga usah langsung pecat. btw, gue suka ama ni mahasiswi, romantis dan bertanggung jawab hehhee.”.

Ini seolah cuma perkara ingin-mendengar-soundtrack-film, mendengarkan lagu. Padahal kalau cuma ingin mendengarkan lagu bisa kamu lakukan nanti, di perjalanan pulang, di mobil, di rumah.
Tapi saya punya imajinasi lain. Imajinasi tentang “mengapa” dia, mahasiswi ini, masih duduk di sana dan ingin-mendengar-soundtrack-film. Saya mempunyai imajinasi bahwa dia waktu itu sedang tersentuh dengan apa yang dialami Michelle Pheiffer dan George Clooney. Dia sedang terharu merasakan bagaimana dua orang ini baru tersadar bahwa mereka saling jatuh cinta dan saling membutuhkan saat mereka mengira bahwa mereka saling benci dan berpura-pura tidak saling membutuhkan. Mungkin dia sedang mengingat-ingat bagaimana seseorang memang seringkali merasa sepi saat dia membutuhkan bantuan, sementara tidak ada orang lain yg berusaha peduli. Menghayati perasaan Michelle Pheiffer saat dia mendengar George Clooney menelpon seseorang dan seolah itu sebuah janji berkencan. Mungkin juga dia sedang ikut bahagia bersama Pheiffer dan Clooney dan membayangkan hal seperti itu terjadi pada dia dan upcoming-dream lover-nya. Siapa tahu? Lalu tiba-tiba dia dikagetkan. Dan sesuatu yang ada di pikirannya, yang sedang dia nikmati, menjadi buyar. Ya, dia dikagetkan oleh proyektor film itu yang tiba-tiba memutus filmnya sampai di sana (saat credit tittle belum lagi usai). Apa yang dia lakukan kemudian, yaitu menyatakan kekecewaannya ke media, adalah hal yang wajar. Walau sayang, responnya berlebihan.

Kembali lagi, apakah kamu pernah mengalaminya? Mengalami hal seperti yang dialami mahasiswi tadi? Kalau kamu pernah mengalami hal-hal seperti ini, atau hampir serupa dengan ini, bisa jadi kamu adalah orang yang romantis. Orang yang tidak mudah melupakan hal-hal, sekecil apapun itu, yang menyentuh perasaan kamu begitu dalam dan kamu menikmatinya, terpana olehnya. Kamu tidak tahu apa yang harus diperbuat. Untuk beberapa saat kamu hanya ingin menikmati perasaan itu, mungkin mata kamu masih berkaca-kaca, atau bibir kamu masih saja tersenyum, atau pandangan kamu masih kosong, merasa ada lubang besar dalam dada kamu, hanya untuk beberapa saat, yang bisa juga agak lama, sebelum akhirnya kamu tersadarkan oleh situasi sekeliling.

Romantis tidak hanya soal cinta. Apa pun yang pernah kamu alami dalam hidup, yang pernah bikin kamu merasa sedih, bikin kamu merasa bahagia, bikin kamu merasa minder, bikin kamu merasa sepi, kosong, atau bagaimana pertama kali kamu menyukai seseorang, kapan kamu mulai suka selai srikaya, kenapa kamu mengagumi seseorang, dan kamu masih mengingatnya sampai sekarang. Kamu romantis.

Seringkali orang mengira bahwa romantis adalah jika kamu mengatakan cinta dengan bunga, dengan puisi. Menurut saya romantis bukan semata-mata itu. Bagaimana menurut kamu?


**Wondering, Am I a romantic or a sinic?

No comments: