Tuesday, May 12, 2009

Yang Tertinggal Dari May Day Lalu

1 Mei. Demikian saya mulai mencatat. Ada apa dengan 1 Mei? Status facebook Bung Eka sih "Happy May Day!" Dan di kantor ada makan-makan gratis. Ada yang ulang tahun! :-D

Tadi nonton Jamila dan Sang Presiden.

Hmm..gimana ya.. Nggak puas. Nggak berani ngasih rekomendasi. Saya sih ingin melihat hasil karya Ibu Ratna. Beliau ini kan bukan orang baru di dunia seni peran, teater. Dan Jamila adalah salah satu dari lakon Teater Satu Merah Panggung yang diadaptasi ke film. Kalo nggak salah mereka yang bikin Marsinah juga. Saya belum pernah nonton. Jadi nggak bisa komentar. Lalu bagaimana dengan Jamila? Coba, saya jembreng dulu.


Jamila: cantik, elegan, cerdas, pelacur. Saat ini dia menyerahkan diri kepada aparat hukum sebagai pelaku pembunuhan seorang mentri. Seorang pengacara datang mengulurkan bantuan. Sepertinya kenalan lama. Lalu ada Si Ganteng 1 (gaya eksekutif muda, kaya) yang begitu khawatir terhadap Jamila, lalu bersama pengacara tadi bersepakat membantu Jamila.


Jamila terancam hukuman mati. Masyarakat, diwakili organisasi agama, berdemo mendukung hukuman mati bagi Jamila--yang mereka sebut: Pembunuh, juga Perusak moral bangsa. Pemimpin demo berkostum hitam-hitam lengkap dengan kain di kepala ala Munarman (masih inget nama ini?). Diperankan aktor Fauzi Baadila.

Lalu kita tahu bagaimana Jamila sampai bisa jadi pelacur. Di voice over Jamila bilang: "Aku pembunuh. Sejak kecil aku sudah membunuh."


Jamila masuk penjara. Masuklah Si Ganteng 2: Sipir yang bersimpati pada Jamila. (Ada gitu, orang seganteng Surya Saputra milih jadi sipir ketimbang jadi model? Ups...maaf, mengacau!)
Kepala sipir, yang diperankan Ibu Christine Hakim, jadi nggak suka. Dia marah sama sipir ganteng, marah juga sama tahanan cantik. Lho, apa ini, cinta segitiga? Pokoknya, konflik.

Beralih ke Si Ganteng 1 yang lagi berusaha temui Jamila dipenjara. Berkali-kali ditolak. Penonton--saya, dan sebelah kanan saya--bingung: Ganteng 1 siapanya Jamila??

Hanya ada penjelasan pada scene berikut: di diskotik, Jamila nge-dance, sendirian, Ganteng 1 merapat dan berbisik, "Jamila, kamu seperti menyimpan beban." (oh, plis deh, itu ngomong apa nulis surat? Duh, rindu Joko Anwar kalo urusan bahasa :-P) Terus Ganteng 1 bisik-bisik entah apa lagi, dan kalimat terakhir dari bisik-bisik itu: "Siapa sebenarnya kamu, Jamila?".
Jamila marah dan pergi. Tapi Ganteng 1 berhasil dapet nomer henpon Jamila, sebelum dia masuk taksi.

Kesimpulan adegan ini: Ganteng 1 bukan pacar Jamila.

Si Ganteng 2 pergi, meninggalkan status sipirnya. Ini ada kaitannya dengan membela Jamila. (Inget, tadi ada konflik kan?)


Akhirnya Jamila mau nemuin Ganteng 1. Di situ dia nitip sesuatu untuk sahabatnya: Susi. Jamila yang dingin ini akhirnya memeluk Si Ganteng 1. Orang di sebelah kanan gue menangis. Gue masih bengong: mau sedih gimana?


Di sepanjang film, beberapa kali Jamila bilang dia berjuang demi Fatimah, adiknya. Dia cari-cari Fatimah, nggak ketemu. Dia yakin Fatimah dijual ayahnya, sama seperti dirinya. Dia berontak, dia bunuh majikan, dia jadi pelacur, jadi aktivis anti perdagangan anak & perempuan, nyamar lagi jadi pelacur, tetep nggak ketemu Fatimah.

Sekarang: berada di penjara, menanti saat eksekusi, menolak permohonan grasi.

Ada yang bilang kasus Jamila dipolitisir.
Jamila diam.
Sang Presiden diam, tak bergeming.


Mungkin ini yang bisa saya catat:
1. Ada dialog lucu antara Munarman-look-like dengan keluarganya: adik dan ayah. Kamu pasti tertawa. :-D
2. Percakapan Jamila dengan Pembimbing Spiritual: dahsyat. Seru kalo ada yang bisa mengingat.
3. Ada beberapa fakta yg diungkap Susi yang menurut saya membuat kisah Jamila ini jadi antiklimaks. 4. Dengan demikian saya tidak menangkap makna kata-kata "kasus Jamila dipolitisir". Dia bertengkar dengan mantan pacarnya, terjadi insiden, laki-laki itu mati. Kebetulan dia seorang mentri.
Lalu bagaimana Fatimah, jika Jamila memilih mati?
5. Saya melihat peran Si Ganteng 2 nggak perlu ada. Menimbulkan konflik nggak penting.
6. Peran Ganteng 1 masih misterius. Karena ternyata dia penulis. Dia ingin jadi pendamping Jamila, atau menulis tentang Jamila?
7. Sebel juga liat Jamila buang Blackberry. Kalau film itu siaran langsung, orang di sebelah kanan saya pasti langsung ngacir ke TKP pembuangan Blackberry tadi.
8. Ending adegan filmnya elegan. Soundtrack-nya bukan lagu Radja. Terserah Anda mau nonton atau nggak. Saya sih kasih bocoran aja: Atiqah Hasiholan cantik, Surya Saputra masih ganteng, katanya.. :-P

No comments: