Dia, berharap, mereka semua akan bertemu lagi denganmu nanti. Atas izin Tuhan. Cintamu yang sangat sebentar, dia syukuri. Tidak. Bukan sebentar. Melainkan tak terbilang waktu. Tetap ada. Akan selalu ada. Meski kamu belum mampu mengatakannya padanya, pada semua. Kerling mata, senyum, dan isyarat tangismu akan abadi dalam kenangan. Merasakan ketegarannya, membuatku ingin menangis.
Hei Kawan, aku turut melafalkan doamu.
Thursday, April 15, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment