suling bisa jadi alat musik pertama yang bisa saya mainkan (sekarang sudah lupa lagi). itu juga pas SMP. di SD malah tidak diajarkan alat musik (di rumah? apa lagi.). dan main suling itu susah. setelah tau bagaimana membunyikan not dari do sampe do lagi, yang dimainin yah apalagi kalo bukan Ibu Kita Kartini. atau Pelangi-pelangi. itu pun nyontek dari buku pelajaran Kesenian.
sebelum mainin suling yang susah itu, saya di rumah mainin alat pencet. lebih mirip mainan sih. mereknya Casio. gampang. gak perlu diajarin tau-tau bisa mainin lagu aja pake itu. nada apa aja yang lagi humming di kepala, saya jajal di Casio itu. sembarang aja pencat-pencet, gak lama ketemulah melodinya (soal keakuratan nada tidak dijamin lah ya). bunyinya yang dipilih juga bisa variasi. bisa mirip piano, mirip flute, mirip gitar, dan ada juga yang bunyinya berkilau. :P dan kalo gak salah, ada satu fasilitas dimana kita bisa masukin kode angka dengan beberapa kombinasi angka yang bisa menghasilkan berbagai macam bunyi lainnya. soal ini pernah baca di majalah tapi lupa namanya.belakangan saya tau, ini produk sejuta umat (seneng juga banyak temen yang punya. lho, apa sih!). dan yang pasti, produk ini kuat. sudah berumur lebih dari 20 tahun dan masih bunyi! jadi masih bisa digunakan untuk menghibur diri sendiri di hari Minggu yang bikin malas seperti kemarin. :)
___
lagu ini sedang sering tiba-tiba humming sendiri di kepala akhir-akhir ini.
No comments:
Post a Comment