Pages

Friday, December 23, 2011

Scary

Bahri:  Beberapa hari lagi umurku lima puluh tahun, setengah abad. Waktu begitu terasa cepat berlalu. Masa kanakku terasa masih seperti terjadi kemarin. Rasanya belum begitu lama berlalu semenjak pertama kali diantarkan ibuku masuk sekolah. Lima puluh tahun. Kalau kurenungkan dalam-dalam apa yang sudah kukerjakan dan kucapai dalam masa setengah abad itu, aku sendiri kaget akan kesimpulannya.

Murni: Kenapa?

Bahri:  Masa lima puluh tahun itu begitu kacau, begitu rumit. Tapi kesimpulan yang kuperoleh sederhana sekali. Hanya tiga kata. Tidak. Apa. Apa. Itulah yang kukerjakan dan kucapai setelah hidup selama lima puluh tahun. Tidak. Apa. Apa.

Nggak kebayang bakal menggumamkan kata-kata Bahri dalam sekian belas tahun mendatang. Hidup sekian lama dan  merasa belum ngapa-ngapain. Reaaaally scary. Setidaknya Bahri punya Murni di sampingnya, yang selalu mendengarkan, selalu menemani, dengan cinta dan sabar. Yang akan bilang ini:"I'll be your mirror, reflect what you are, in case you don't know." atau ini: "..let me be your eyes, a hand to your darkness so you won't be afraid." kepada Bahri.

Tahun lalu (?) Ade bilang, “tujuh tahun itu sebentar loh”. Juga tujuh atau sepuluh tahun berikutnya. It would be less scary if you have ‘Murni’ beside you. Think about it.

__

Dialog di atas dari Mahkamah, drama tiga babak karya Asrul Sani, penerbit PT. Pustaka Karya Grafika Utama, 1988. Pernah tayang di TVRI di tahun yang sama.

Mahkamah considered "wajib tonton" oleh Bung Hikmat Darmawan, tapi disinyalir masternya mungkin sudah tidak ada. Berarti nggak bisa ngarepin Mahkamah bakal tayang di Kineforum. Tapi masih bisa berharap dipentaskan ulang, lagi, dengan pemain yang berbeda.

No comments:

Post a Comment