Thursday, July 24, 2008

Saya percaya...

..bahwa seni berbicara, bermusik, dan menulis adalah bakat yang diberikan Tuhan. Bersyukurlah mereka yang memilikinya. Dan saya kagum pada mereka yang mengeksplorasi dan menggunakan bakatnya itu untuk berbagi pada banyak orang.

Mereka yang memiliki bakat menulis, menulislah, dan berbagilah. Dulu saya pernah bilang pada seorang teman dalam suatu obrolan kami, waktu itu teman saya baru selesai menonton sebuah film. Seorang tokohnya adalah seorang penulis. Dia berkomentar,

“Asik ya, jadi penulis, saya pengen juga menulis, tapi hanya menulis yang saya suka saja dan itu untuk pribadi, tidak untuk publikasi. Tapi jadi penulis itu nggak bisa untuk hidup. Saat ini saya ingin cepat kaya, banyak uang, lalu uang itulah yang bekerja untuk saya”

“Kebebasan finansial? Kiyosaki?”

“iya”

“Kamu tahu? Di antara orang-orang yang saya kagumi yang menduduki urutan teratas adalah penulis”.

“Oh ya, kenapa?”

“Entahlah, penulis itu seksi..(?)hehe....”

“Kalau begitu saya ingin jadi penulis saja”

“Lho, kok gitu? Katanya ingin cepat kaya.”

“Habis...kata ‘seksi’ itu begitu menggoda haha..”


Saya pernah sangat mengagumi Rendra karena sajak Episode dan Sajak Seorang Tua kepada Istrinya. Kata-kata sederhana, menggambarkan suatu adegan sederhana, namun menjadi sesuatu yang luar biasa indah dan memukau saya. Saya pernah nggak ngerti dan mengulang-ulang membaca “Seribu Kunang-kunang di Manhattan”-nya Umar Kayam. Pernah memimpikan duduk di sebuah bangku di Central Park New York saat membaca halaman-halaman awal novel Saman. Pernah juga termihik-mihik membaca dialog di novel Puthut EA. Ya, kata-kata bisa membuat saya kagum, tersentuh, bermimpi. Dan saya tergugah untuk mencoba. Saat ini saya hanyalah seseorang yang sedang berpura-pura untuk menulis. Mencoba menuang sesuatu yang ada di benak saya, bukan benar-benar menulis. Haha...I’m just a writer-wanna-be.

No comments: