Sunday, June 12, 2011

Selamat datang, Lisa.

Lagu The Man I love baru saja selesai mengalun saat saya mulai menulis ini. Yang menyanyi bernama Lisa Hannigan. Ya, dia inilah perempuan yang ada di setiap penampilan Damien Rice. Tetapi itu dulu. Di tahun 2007, Lisa Hannigan meninggalkan Damien Rice band untuk kemudian memulai solo karirnya. Sebuah album berjudul Sea Sew telah dirilis di tahun 2008. Dan...saya baru tahu tadi, dari Wikipedia. (selalu deh.) Ada rasa sedih sedikit menyesali Lisa tak lagi bersama Damien. Apalagi saat melihat sebuah video live performance Damien di Youtube membawakan lagu I Remember. Sendiri. Tentu saja terasa ada yang kurang.

Lagu itu "seharusnya" diawali oleh vokal Lisa yang lirih ditemani hanya oleh petikan nada dari gitar akustik,
"I remember it well/ the first that I saw/ your head round the door/ cause mind stop working." Lagu I Remember adalah salah satu lagu favorit saya setelah saya mengenal Damien Rice. Setiap mendengarkan lagu itu, kepala saya otomatis memutar video klip "versi saya" dan ber-sing along, dalam hati atau pun bersuara. Vokal Lisa bisa jadi yang memicunya, membuat saya membayangkan adegan emosional yang muram pada bait-bait yang dinyanyikannya. Lalu pada bagian reffrain, barulah masuk vokal Damien dan musiknya berubah menjadi chaos. Jika saya memutarnya di meja kerja di kantor, saat itulah saya mulai mengecilkan volume speaker. :)

Saya tahu Lisa Hannigan setelah saya tahu dan menyukai Damien Rice, tentu saja. Lagu hitsnya yang semua orang juga tahu,
The Blower's Daughter sering diperdengarkan radio-radio. Waktu itu tahun 2004 atau 2005. Dan ternyata lagu-lagu Damien masuk dalam soundtrack beberapa film yang saya tonton dan saya suka. Lagu-lagu Damien muncul antara lain di film Closer, The Girl in the Cafe, Shrek 3 dan... Garden State? Saya agak lupa. Saya ingatThe Blower's Daughter ada di film Closer, melatari adegan-adegan tak terlupakan; di bagian awal film saat Natalie Portman baru bangun dari pingsan dan bilang "hello stranger.." dan di akhir film dimana Natalie berjalan melawan arus pejalan kaki di trotoar kota New York (?) dengan rambut panjang keriting melambai-lambai dalam adegan slow motion. Ya, karenanya lah seorang teman--yang jarang banget menyukai musisi-musisi yang saya share ke dia--menyatakan "eh, gue suka tuh Damien Rice" dan saya bersorak "yeahh..!!".

Dulu, sewaktu mendengar hits Damien Rice dari radio di kantor, saya langsung tahu saya menyukai musisi ini. Lalu saya mencari lagu-lagunya yang lain. Dan benar saja, saya menyukai hampir semua lagu di album
O. Di beberapa lagu di album ini, Damien Rice berbagi bait lagunya dengan Lisa Hannigan. Saya suka suaranya. Saya suka suaranya! Harus ya, saya jelaskan kenapa? Kalau saya bilang, "suaranya bagus" kok terdengar datar dan seperti Pak Tino Sidin ya. Abis gimana dong...Saya miskin perbendaharaan kata-kata untuk mendeskripsikan vokal penyanyi.

Saya hanya tahu saya suka ini.

Toh pemilik suara bagus dengan
skill capaian vokal hingga sekian oktaf itu banyak sekali di luar sana. Tapi yang bisa langsung menimbulkan perasaan-perasaan tertentu di hati dan kemudian efek-efek lain ke kelenjar air mata atau imajinasi kamu itu agak jarang. Dan biasanya sangat-sangat subyektif, menurut saya. Beberapa penyanyi dapat memberikan efek-efek seperti yang saya sebutkan tadi. Nah, Damien dan Lisa adalah salah satunya, eh, dua diantaranya. Karena itulah beberapa nama selalu ada di folder musik di komputer saya selama bertahun-tahun. Sewaktu-waktu saya teringat, saya akan memasukkannya ke playlist. Dan sewaktu-waktu pula saya akan mengetik nama mereka di google search demi mendapatkan MP3 i terbaru (atau lagu lama tapi saya belum tahu) atau sekadar cover version lagu musisi lain oleh mereka atau video live performance mereka dari Youtube.

Hasil
googling yang sewaktu-waktu dan sesempatnya itu kadang mengejutkan. Beberapa bulan lalu saya menemukan MP3 album Damien Rice Live at Union Chapel. Album ini membuat saya mendengarkan kembali Damien Rice dengan lebih sering. Soalnya ada beberapa lagu yang menempel di kuping begitu di dengarkan. Ada track Lisa Hannigan menyanyikan Silent Night tanpa iringan musik dengan sangat bagus. Ya, syahdu sekali. Di album itu ada juga lagu berjudul Then Go yang sepenuhnya dibawakan oleh Lisa. Oh, ada Damien juga di akhir-akhir lagu.

Saya mendengarkan yang versi live. Rupanya memang ada versi lain dari lagu ini (baru tadi saya temukan di Youtube).

Tepukan tangan, lalu masuk intro gitar, dan hentakan-hentakan buku jari di badan gitar akustik juga latar bunyi alat musik gesek atau entah apa, langsung menyergap saya dengan suasana muram. Lalu vokal Lisa yang bening dan melantunkan kalimat
"Among the afflictions.../ with which I've been marked/ Not so prententious/and not quite so dark.../ I get the feeling you've bored with me" langsung menambah pekat suasana muram dan dingin itu. Sampai pada lirik "And if there's someplace else you would rather be/then go.../then go.." merindinglah saya dan mulai meleleh.

Seolah hadir dan menonton secara langsung di Union Chapel, saya cuma bisa mematung merasakan kemarahan yang terdengar pasrah tapi penuh ketegaran, dan dinyatakan dengan sangat tenang sekaligus tegas di bait-bait selanjutnya:
I get the feeling you're testing me/ You're saturated in urgency/ And stick your probe in further/ but you're still not pleased.../and if there's someplace else you would rather be/ then go../then go...Lalu emosi lagu memuncak ketika vokal Lisa melolong panjang beberapa kali meminta seseorang untuk pergi tapi seolah dia sendiri terluka.

Lebih baik dengarkan sendiri saja lagunya di album itu, mungkin juga tidak sedahsyat itu bagi kamu. Tapi lagu ini membuat saya makin suka sama Lisa Hannigan.

Dan pekan lalu, sepertinya tepat di hari Minggu, dimana kegiatan iseng sering terjadi di depan komputer yang terkoneksi internet, saya menemukan Lisa Hannigan di Youtube membawakan lagu berjudul
The Man I Love. Ada embel-embel "Songs that Scare Children" yang sampai menulis ini saya belum cari tahu apa maksud embel-embel itu. Saat ini saya hanya tahu lagu itu pernah dibawakan oleh Billie Holliday (sewaktu browsing lirik) dan juga Ella Fitzgerald. Bahkan saya baru sadar ternyata lagu itu ada di album Ella Fitzgerald Sings the George and Ira Gershwin Songbook (1959)--album yang saya download di pekan-pekan sebelumnya, dan belum sempat saya dengarkan.

Oya, di video ini Lisa tampil dengan rambut panjang terurai dan ada hiasan rambut yang cantik
seperti peri (di video lain rambutnya seringkali dijalin atau diurai tidak terlalu rapi) dan sikap tubuh yang seperti akan memimpin doa. Begitu dia mulai menyanyi, saya benar-benar tak bisa berkata-kata. Kata 'bagus' dengan tambahan huruf 'U' dan 'S' yang banyak mungkin akan menjadi ungkapan yang terlalu lebay. Reaksi alami saya hanyalah memutar ulang lagi dan lagi setelah streaming-nya rampung. Dan akhirnya saya tak kuat lagi untuk tidak mem-post-nya di beranda Facebook. Sharing kegalauan? Ah, no comment. Silakan lihat sendiri videonya di sini, dan berikut ini liriknya yang seperti doa.

Someday he'll come along
The man I love
And he'll be big and strong
The man I love
And when he comes my way
I'll do my best to make him stay

You'll look at me and smile
I'll understand
And then in a little while
You'll take my hand
And though it seems absurd
I know we both won't say a word

Maybe I willl meet him Sunday
Maybe Monday, maybe not
Still I'm sure to meet him one day
Maybe Tuesday will be
my good news day

You'll build a little home
That's meant for two
From which I'll never roam
Who would, would you
And so all else above
I'm dreaming of the man I love

Dan dengan ini saya menyatakan Lisa Hannigan sebagai penyanyi--dan katanya juga
song writer--favorit saya. Selamat datang, Lisa. Dan ini berarti menambah deretan nama-nama lain yang tidak banyak itu.

1 comment:

Unknown said...

Damien makin gila sekarang, The Box,dari Album terbarunya My Fafourite Faded Fantasy